Lokananta, Lokasi Pilihan Wali Kota Solo Untuk Monumen Didi Kempot

Harian Berita – FX Hadi Rudyatmo, Wali Kota Solo mengusulkan pemberian anugerah berupa monumen Didi Kempot sebagai bentuk penghargaan terhadap sang maestro campursari tersebut.

Wali Kota Solo ini mengirimkan surat usulan pemberian anugerah kepada musisi berjuluk The GodFather of Broken Heart ini kepada Mentri Sosial.

“Kita mengirimkan surat kepada Mentri Sosial supaya ada anugerah penghargaan kepada Mas Didi Kempot sebagai musisi yang punya talenta yang luar biasa,”kata Rudy, Minggu (10/5/2020).

Rudy menilai monumen Didi Kempot lebih tepat dipasang di Museum Lokananta. Yang dimana sebelumnya ada petisi mengenai memorabilia Didi Kempot yang digaungkan oleh Hanindha Cholandha. Di salam petisi tersebut, haninda mengemukakan bahwa Didi Kemot adalah seniman yang karyanya mampu menembus batas generasi.

Didi Kempot juga dianggap sebagai seniman yang berhasil mengumpulkan miliaran donasi untuk penanganan Covid-19 di Indonesia. Petisi tersebut sudah ditandatangani oleh 24.171 orang. Ternyata, petisi tersebut sejalan dengan rencana Wali Kota Solo yang berencana membangun sebuah monumen bagi penyanyi campursari tersebut.

FX Hadi Rudyatmo beranggapan, Lokananta merupakan tempat penyanyi campursari tersebut empat kali melakukan proses rekaman.

“Di Lokananta menurut saya lebih tepat. Karena di sana tempat Mas Didi rekaman empat kali,”ucap Rudy saat di temui di Balai Kota Solo, Senin(11/5/2020).

Alasan lainnya adalah, Direktur Jendral Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Kacung Marijan juga berencana untuk mendirikan Museum Musik Indonesia di Lokananta.

“Jadi, ini kan sudah nyambung di situ,” kata Rudy.

Namun beliau juga setuju monumen Didi Kempot itu dipasang dimana pun.

“Kalau mau memasang monumen patungnya Mas Didi di asetnya Pemkot, hari ini pesan patung, jadi besok dipasang tidak ada persoalan,” ucap Rudy

namun jika monumen patung Didi Kempot akan di pasang di asetnya pemerintah pusat harus meminta izin terlebih dahulu dan prosesnya memakan waktu cukup lama.

“Mau dipasang di Stasiun Balapan setuju, mau di Lokananta lebih setuju lagi. Karena legacy yang di torehkan Mas Didi ada di sana,” terang Rudy.